Gejala Stroke
Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).
Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan. Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.
Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:
- Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
- Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
- Penglihatan ganda.
- Pusing.
- Bicara tidak jelas (rero).
- Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
- Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
- Pergerakan yang tidak biasa.
- Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
- Ketidakseimbangan dan terjatuh.
- Pingsan.
Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi.
Stroke juga bisa menyebabkan edema atau pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.




![4LIFEtransferfactor1 MENINGKATKAN AKTIFITAS & KEMAMPUAN SISTEM IMUN [ SEL NK ] HINGGA 437%](http://4lifetransferfactorindonesia.com/wp-content/uploads/2009/09/4LIFEtransferfactor1.jpg)


October 5, 2009 at 5:23 pm
jika merasa gejala2 di atas pada tubuh,
Namun setelah cek kesehatan, dokter tidak menemukan tanda2 itu, ada penjelasannya?
November 3, 2009 at 5:13 pm
Maaf pak kaimun, saya baru balas commentnya, krn kemarin2 saya tidak sempat untuk update blognya.
Sekedar informasi saja (semoga bisa membantu ), gejala2 yg ditimbulkan oleh penyakit itu berbeda-beda pak.. Kadang2, gejala itu muncul.. tp di lain waktu, gejala itu bisa hilang.
Transfer factor berfungsi membantu sistem imun untuk menghilangkan sumber penyakitnya. dengan kata lain, bukan gejalanya yang dihilangkan, melainkan sumber penyakitnya, yg memang sering tidak bisa dideteksi secara cermat.
Info lebih lanjut mengenai transfer factor & penyakit stroke, bapak bisa menghubungi saya..